How do you properly hate someone who is naturally charmingly intimidating that without doing anything, makes your brain neurons unable to form proper words?
I sometimes hate me.
I may just get used to rejections.
But I'll never get used to what I feel afterward.
--
Do you know the feeling when you just want to let all the feelings out and cry without a care in the world?
This is the very moment when I feel the very exact thing.
But I have no one to sit beside me while I am busy sniffing on the tissues.
I guess I should just manifest this into something more, um, immortal.
So I write.
I just don't know what to feel every time I go the canteen and look up at the room of my shattered dream and not being able to go in there without feeling awkward and left out.
God, I sound so exaggerating, don't I?
I know. I am sorry.
--
He asked me if I'd ever gone through the lowest phase in my life.
I realized my answer was nothing compared to this.
I can say this is the lowest point I've ever reached in my whole life.
Pre-Disappointment
Bucket List (?)
*This is not ordered by the importance level*
1. Work at EY or PWC (ya emg mau dimana lagi goblox)
2. Go to London
3. Work in London
4. Find something I can really find my faith in
5. Pay for mom's pilgrimage or umrah trip; she'll be happy with either way
6. Date a man (ya menurut lo #w #mau #taaruf?)
7. Go to Osaka Wizarding World of Harry Potter
8. Go to Olympic 2020 (yes, in Japan too)
9. Eat a bucket of sushi
10. Buy something remarkable for my sister
11. Take the first plane that's available the time you come to the airport #YesMan
12. Buy a house, a flat, anything
13. Visit Reykjavik
14. MEET ONE DIRECTION (ok maaf)
15. Buy a moleskine
16. Permanent consultant for a top multinationals
17. Stroll around in Central Park, NY
18. GO TO KING'S COLLEGE CAMBRIDGE
19. Earned Master's degree in Leiden Uni
...and the list is still going
I have hefty loads of assignment waiting but here I am typing endless shits
I want the final exam ends quickly so I don't have to think over SO MANY things like krezi
I want my dream leader to win
I want January to come so I'll breathe in the old familiar scent of the place I'll always call a home
So I can meet my still-growing-up fellas afterwards
Then I'll sign up for the union of my campus
....and pass the interview ofc you goddammit
Fuck you Anthropology papers
#1
Halo.
Sejak September lalu, gue bergabung dengan sebuah kepanitiaan yang bisa dibilang umurnya masih cukup muda di kampus. Sebut saja nama kami JWR.
Bukan, bukan JEWER, JAWIR, atau apapun yang terlintas di pikiran kalian. Kami adalah JAWARA.
Gue masih ingat dengan jelas awal terjerumusnya gue ke dalam jurang tak berdasar ini. Gue menghampiri Kak Ryani yang duduk di pinggir tangga dan senior cowok di sebelahnya --yang sekarang gue kenal sebagai Project Officer kami--. Gue wawancara keesokan harinya dengan Kak Ryani yang juga mentor ospek fakultas gue. Saat pertemuan seluruh anggota JWR yang pertama kalinya, gue sangka kepanitiaan ini (hanya) akan seperti kepanitiaan yang lainnya. Briefing, kerja, ketawa-ketawa, bubar.
Gue salah besar.
Ternyata seluruh diksi di kamus paling tebal pun masih gak bisa mendeskripsikan betapa keren dan sintingnya kami.
Tadinya gue cuman optimis sama bagian gue, tapi ya memang semua butuh proses. Dibikinlah #TeamBuilding yang dibilangnya tempatnya di Puncak atau Anyer.
Yah, namanya juga mahasiswa, Puncak dan Anyer hanyalah wacana.
Acaranya di kampus, kami nginep, tapi beneran deh, sesederhana apapun tempatnya kalo orang-orangnya nyenengin ya gak masalah.
Bahkan iuran 20.000 aja belom gue bayar #melipir
Ada juga bunga-bunga asmara bertebaran di antara beberapa dari kami. #dangdut
Serius, gue rasanya pengen taro di sini semua percakapan dan kejadian tolol yang sudah kami alami. Tapi sayang, tendensi short-term memory gue gak membantu dalam hal ini. Mungkin setelah ini Evernote gue bakal penuh sama percakapan kami.
JWR dibentuk oleh para pendahulu kami untuk mendukung para kontingen fakultas kami. Gak ada yang nyangka nama ini akan menjadi bagian yang sangat besar dalam hidup seorang mahasiswa baru berkacamata ini.
Kenalin, keluarga baru saya:
Yha maapin
Tadi pertemuan ke-sekian orientasi departemen, hari ini diperkenalkan ke Himpunan Mahasiswa departemen kami. Setiap divisinya punya jargon-jargon gitu. Tapi yang nyangkut (dan paling subhanallah) di gue ada 2.
-Bidang Keilmuan: "I-you think-think!" (pikir ndiri dah)
-Biro Keuangan: "Do it for duit!" (gue semenit ngetawain ini doang)
Maafin selera humor gue.
A Prayer to Universe
Ya Tuhan
Semoga rezeki saya dilancarkan selancar-lancarnya sehingga gak perlu beli rumah di luar kota ketika saya mencari nafkah di dalam kota nanti.
Amiin.
(post sehabis melihat kejamnya antrian penumpang di Stasiun Tanah Abang)
dah.
ef i es i pe
Just gone through the orientation thing of my campus, it was a three-days program and it was F U N.
Let's start!
--
Day 1
I didn't sleep at all the previous night for the sake of my scrapbook content. Yes, my fault being an absolute deadliner. But I didn't feel so sleepy so I thought it would go just well. I prepared myself at 4 am and went to campus at 4.45 or something by car. Five minutes later, my stomach didn't feel so good. The begadang effect has stricken! I ended up eating gastritis pill (wtf does this term even exist) and did not enjoy the morning ride.
Cerita si MC yang t4e sudah gue ceritakan di post sebelum ini kalo gak salah...
Terus dengerin seminar, it was actually good, tapi gue merasa berdosa sekali karena gue beberapa kali jatuh tertidur. Bukan karena bosen, tapi sumpah itu pertama kalinya gue gak tidur demi sesuatu, padahal gue adalah orang yang menempatkan tidur di atas segalanya. So yeah, you heard me.
Lalu masuk ke bagian departemen. Di sini level ketiduran gue lebih anjing lagi. Rasanya gue udah gak punya kendali atas otot kelopak mata gue. Ada kali 30 menit gue merem-berusaha melek-gagal gitu mulu, ampe dibangunin kakaknya dari pinggir. Jadi ga enak :"
Lalu kami semua berkumpul lagi, ngobrol dikit, lalu disuruh pulang.
Tapi waktu itu gue baru dikasi tau kalo ada 2 matkul yang udah muncul kelasnya padahal di SIAK gue udah ngisi ngasal DAN udah di-approve sama PA. Si goblox. Akhirnya w ijin ke tibum untuk masuk lagi ke area kampus, alhamdulillah dibolehin :")
--
Day 2
I woke up at 4 again, and this day, I went to campus by train because of the massive traffic jam my dad had to go through the previous day. Lah ternyata banyak juga yang naik kereta. Ku senang.
It was fun! They introduced all communities my campus has, and seriously they all are on the same level. Nothing is cooler than others because they have their own coolness. Di sini juga dikenalin pengurus BEM, gue harus mengakui (dengan senang hati tentu sjaa) bahwa gue mempunyai ketua BEM terkeren se-universitas. Parah. Keren. Keren is an understatement, you know? Gue juga mengagumi partnership kakak ketua dan wakil ketua. Jarang gue melihat pasangan pemimpin yang sekompak itu. I also adore the motto: Berbagi, bersenang-senang, bersama.
"Terus lo mau ikut komunitas apa?" sudah ada yang terpikir, tapi rahasia :p
Lalu kita main game per kelompok mentoring+mentor kita yang bernama Amazing Race. Iya ini race yang sangat amazing, Bung. You have to literally go round the campus three freaking times to 'win' the game. of course no group did. But we had fun.
Di hari ini juga gue melihat sesosok John Mayer mengenakan jaket almamater :") tapi ternyata dia senior Ilmu Politik.
Later that day, kami semua disuruh parade dari gedung fakultas sampe ke stadion (bukan, bukan GBK) jalan kaki. Iya. Jalan kaki. Tapi seru sih njir teriakkin yel-yel fakultas yang sudah turun-temurun dan emang serame itu. Terus pas ngelewatin fakultas lain sengaja volumenya diperbesar lolz. Di stadion yel-yelnya juga masih berlanjut. Lalu jam 16.30 disuruh balik ke fakultas jalan kaki lagi :") Lalu pulang naik kereta yeaaayy~
--
Day 3
Hari terbanxat. Terbanxat kerennya maksudnya.
Tapi r-a-h-a-s-i-a. :p
Seru lah pokoknya.
--
Terima kasih kakak-kakak punggawa.
Terima kasih Bung dan Nona!
Reminiscing?
I suddenly remembered this light conversation in a room at school
"Iyalah lo AGJ kaaann"
"Sori, gue mah bukan Anak Gaul Jakarta"
"Ooooo" *humble juga ni anak*
"Gue tuh AGJS"
"Apaan tuh?"
"Anak Gaul Jakarta Selatan"
".......*tampol*"
It has nothing to do with anything that is happening around or to me now, but it was just funny.
--
Pada suatu pagi di dalam gerbong wanita yang menuju ke Depok, saya duduk memandangi celana saya yang amat menarik karena tidak ada layar yang dapat saya pandangi sembari menunggu waktu tiba. Saya belum bisa melakukan hobi saya untuk mengamati orang karena di dalam gerbong itu terdapat tidak lebih dari 40 orang dan saya duduk di kursi prioritas di pinggir gerbong, ditambah saya luar biasa mengantuk saat itu. Di serong kanan saya hanya ada seorang security officer wanita yang berdiri menatap ke dalam gerbong. Saya mendengar suara pintu dibuka, dan seorang laki-laki masuk ke gerbong tempat saya duduk, dan duduk di sebelah saya. Sebelum saya bisa berpikir, sang security officer ini sudah bertindak,
"Mas, maaf ini gerbong wanita."
Lalu sang mas ini berkata, "Saya wanita"
Kantuk saya menghilang dalam sekejap, ditambah saat saya melihat ekspresi sang security officer.
.........Saya hanya bisa bersyukur saya tidak berada di posisi mbak security officer itu.
--
Senin, 25 Agustus 2014
"Tadi tuh ada yang telat, lari-lari dia dari ojek ke FISIP.... masih pake helm"
"Hahaha iya! Gue kira Daft Punk"
"*nyanyi-nyanyi Get Lucky sambil goyang*"
Anjinx kesel sendiri bayangin Daft Punk pake batik + celana item lari-lari pake slayer + helm.
Gue ketawa 5 menit penuh gara-gara gitu doang.
Maafkan selera humor gue.
Cemungudh ea
Hello! So today I finally took a train from Tanah Abang to my campus for the first time again after forever.
Met a high school friend at the station and we got to the same car.
Arrived at 7.
At 9, I already regretted my decision to come to campus because I could hardly open my eyes and stayed awake.
But I kept going, talking with another high school mate because I couldn't find anyone from my major.
Oh, it was half past 11 already! Break time, people!
It was total luck that I met Tasya, then I saw Ayu, Nadis, Muthy, and Annisa.
We had some talks, nothing so important
At 12, we decided to have lunch to a place near the railroad, but it was full as hell.
We went our separate ways. Tasya, Annisa, and I went to A while the others went to... idk
Us three decided to sneak out from the event to Annisa's place to do Dzuhur prayer
When we arrived there, LAH ketemu Ayu, Nadis, Muthy, dan seorang teman lagi.
Ler.
Akhirnya cabut deh kita^^
Balik-balik ngasih IRS ke Ais
Lalu pulang naik kereta bersama Vines, penuhnya hampir kayak empang lele
Pas nyampe di rumah bete karena MPK Olahraga udah penu u u u u u hh banget >100 orang masuk waiting list :( :( :(
Ya sudah lah. Mungkin w ditakdirkan untuk jadi geng artsy.
p.s. sorry for the mixed languages. I love mixed languages.
