Just someday I'll master at mind and behavior reading so my kids won't need to speak their wants and will and whatnot and I'll still understand what they intend to say, what they really are, how they really think.
Or I'll just be filthy rich and rent a detective, Sherlock-class detective, for a lifetime to tell me what is really going on with my kids.
But then again, Sherlock-class people will find it painfully boring and won't accept it.
Just
Locked
I have been very "interested" on this BBC series named Sherlock. It first aired in 2010 and unlike many other TV series which become heavily commercialized and failing awfully, it just finished its third season this July with only nine episodes and three (well it's only one to me) special shorts.
To be honest, "interested" is a massive understatement. Hell yeah it is.
Terus ya selayaknya gue kalo udah tertarik sama sesuatu, I'll go digging every possible hole in it and shall miss none.
I have read Sherlock Holmes' novels (in Bahasa tho, I haven't even finished "The Sign of Four" because it's in English. Judge me.) and it sure gives me smiles all over while watching the series. Sir Conan Doyle will eagerly step out of his grave then watch an episode and go back straight into his coffin happily.
This whole post is pointless but hey, srsly I love this shit. too much.
p.s. please don't be annoyed if I seem to be scanning you hair-to-toe when we meet later.
Have a nice day!
Flashback pt. 1
Disclaimer: ini gak bakal jauh-jauh ceritanya dari sekolah.
Harus gue akui bahwa semester 5 adalah masa-masa paling indah and least dangerous among all 6 semesters I got. There was my favorite lesson with my favorite teacher, hence it made every other shit went smoothly (iya, bahkan Matematika 4 that felt like hell didn't feel so much like one). It's true ketika lo sudah dedicating yourself for something, storm, fire, landslides, flood (lah Avatar??) couldn't even bother your mind.
Kayaknya juga paling banyak cerita gesrek pas semester ini, tapi yah...... sayangnya gue sangat payah dalam nginget-nginget suatu hal. Paling ntar ini post gue edit ditambah-tambah yang gue inget hehe.
Biologi semester 5 ini paling banyak praktek, 2 Biologi sebelumnya gue hanya menjadi budak tugas dan budak penghargaan fana untuk sekolah (dan nilai gue tetep 76 fak) (gak bersyukur) (padahal banyak yang klinik). Nah ada satu praktek di mana ini rada-rada sulit buat dilupain.
Jadi, materi praktek kita itu.... *buka binder* menguji hasil fermentasi ragi gitu lah. Praktek ragi ini emang set-nya paling ribet (+ harus ngerakit from scratch sendiri) dan berhubung gue gak bisa gambar yhaa lanjutkan baca ini aja. Jadi harus ada termometer yang dimasukkan ke labu Erlenmeyer, dengan catatan itu gak boleh ada udara keluar masuk. Gimana caranya dong? Jadi udah ada sumbat gabus (no, don't think of those OVJ props--think of wine corks) dengan lubang di tengahnya yang pas, pas banget untuk si termometer ini (also don't think of the one in cold syrup ads, think of those in your chem/bio lab, the long, thin, glass-made ones, yes, that's it) untuk masuk ke labu Erlenmeyer.
Si bapak udah bilang ini masukkin termometernya jangan didorong paksa pake tangan ya nak, nanti takutnya malah patah, ini masukkinnya diputer pelan-pelan aja *sambil nyontohin* nah bisa kan.
Yaudah deh kita lalu sibuk merakit dan menyiapkan bahan-bahannya, lagi asik-asik eeee tiba-tiba terdengar suara gaduh di belakang (sori kita basis depan).
"Apaan tuh??"
"Siapa tuh?"
"Bus lo kenapaaaa?"
"Anjir Abus"
"Abusssssss"
"Hah apaan dah"
Lah ngapa nih si Abus disebut-sebut, tersangka lalu maju ke depan ditemani ke Ado lalu disuruh si Bapak untuk ke UKS. Dari kabar burung yang beredar (30 orang doang pake kabar burung segala ler), si Abus did exactly what si bapak told us not to do. Iya, doi beneran masukkin termometernya diteken pake tangan dari atas, terus patah, dan oh jelas dong patahannya kena telapak tangan+telunjuknya Abus.
Setelah praktek, gue penasaran dong ke crime scene to find some evidence, anjir termometer ni patahnya dahsyat juga kayak pager rumah pejabat, TERUS ADA DARAH BERCECERAN DONG DI LANTAI, splattered blood doang sih tapi tetep aja.....
Kebetulan abis pelajaran itu tuh istirahat solat, yaudah w sama Elsa Tasya ke kantin, terus pas ke depan ketemu Abus, ternyata dia dirujuk ke rumah sakit buat dijait..... stitches man anjir...... terus doi pas gue tanya tadi rasanya apa dia jawabnya pusing gue lemes pas kena and I'm telling you he is one of the tough guys biarpun kurus. Gue suruh cabut aja tapi gak mau karena abis itu ulangan matematika.
Balik dari rumah sakit Abus jadi artis dikelilingin gitu. Guru-guru juga sampe tau. Terus kalo gak salah dia juga gak jadi ulangan gara-gara tangannya gak bisa nulis terus Bu Sumi kasian...........
---------------------------
Sebenernya kelas gue gak pernah beres kalo praktikum Biologi. Cuman biologi loh yang lain mah waras-waras aja outstanding malah #eits. Setiap praktikum PASTI ada yang pecah, sampe ujian praktik yang sepenting itu tetep ada yang pecah :"(
Mari kita lihat daftarnya.
Egan -- Tabung reaksi (standar)
Mega -- Respirometer (naik kelas)
Abus -- Termometer (dahsyat)
Pujo -- Beaker (ini gara-gara terlalu semangat goyanginnya)
Arya -- Lumpang kalo gak salah (ini pas ujian praktik)
Aduh gue lupa yang lain.....
Kayaknya sebenernya banyak kesalahan tapi minor dan gak mencolok. Dasar kelas goblox. Untung kelompok gue gak pernah kenapa-kenapa yaa paling waktu itu hydrogen peroxide tumpah dikit eeeee yha gitu lah.
To be continued (I wish).....
Mimpi
Sebenernya ini gak penting tapi gue pengen banget cerita ini soalnya kepanjangan kalo di Twitter ntar annoying. (iya anaknya mikirin imej banget) (cot)
Pertama-tama, saya minta maaf karena kemungkinan di post ini akan ada lebih banyak ketawa wkwk daripada ketawa normal karena keyboard huruf H saya copot dan menggunakannya membutuhkan effort lebih. Maapin juga kalo ada typo.
Gue udah lama gak tidur di fase deep sleep (ya gue sebenernya juga gak tau persis fase deep sleep ciri-cirinya kayak gimana wkwk) terus gue kemarin mimpi.
Entah karena kangen banget sama 78 apa gimana, mimpi gue kemarin ceritanya gue mengulang lagi semester 5 gue (dan ya, di mimpi itu gue sadar gue mengulang semester 5, jd bukan kayak flashback gitu loo, ngerti gx mentemen?) tapi gue senang-senang saja entah kenapa, dan di mimpi itu juga kayaknya gue baru kayak ketemuan lagi gitu sama anak-anak A2.
Nih kan paket gue A2, ada 2 kelas which is D dan E, nah pas akhir SMA udah abstrak tuh lupa siapa yang pernah sekelas, siapa yang terakhir sekelas, apalagi ada kelas PM halah pikun de tu. Kelas 3, gue kelas D.
Mimpi (kayaknya) dimulai dengan gue berjalan di koridor sekolah sama Ayu. Lah tapi gak kayak koridor sekolah samsek, kayak.... di...... pasar, jelek banget lah rada sepi kayak bekas warzone gitu. Asing banget kalo dipikir-pikir sekarang.
Terus gue ceritanya masuk ke kelas E sama Ayu selagi nunggu bel masuk, kita dari kantin abis beli mie ayam di mika kesukaannya si Ayu tuh, kita makan deh di deretan bangku belakang gitu sambil ngobrol. Itu kelas suasananya lumayan crowded.
Lha tiba-tiba cinta datang belnya bunyi, etdah cepet banget belum selesai ni makannya, yaudahlah selow abisin aja dulu makanannya, mejanya juga masi berantakan. Kita baru selesai makan, eeee lha Pak Joko masuk (sori bukan Joko Widodo), mau keluar kelas juga gak sempet soalnya mesti beres-beres meja dulu kan, ya udah kita santai aja beresin mejanya terus abis itu mau bilang ke doi kalo kita salah kelas gitu de.
Tapi Pak Joko sudah warmed up (?) dan semangat banget bor ngajar untuk pertama kalinya di kelas E (padahal irl doi cuman ngajar pas PM lol), yaudah kita mau ngangkat tangan juga ga enak dong.
Pak Joko nyuruh kayak bikin introduction stuff gitu apalah gue gak ngerti, gak dengerin, dan si Ayu juga gak ngerti, yaudah kita diem-diem panik aja gara-gara kemungkinan cabut kelas.
"Yu ini hari Senin ya?"
"Iya"
"Pelajaran pertama kita biasanya (dulu) apa ya?"
"Eh apa ya? Lupa gue Dhay..."
"*mikir keras* *inget-inget* Pak Hario di 305 Yu!!!! *panik* *sedih*"
"Hah anjir serius?? Yaudah ngomong yuk"
Tapi ujung-ujungnya ga jadi nanya soalnya bapake udah sibuk jadi ga enak. Yaudah lah gue bengong lagi.
Ini kelas tapi kok ya gue liatin gede banget ukurannya, 2 kali ukuran kelas normal lah, terus kursi yang kosong juga gak banyak. Gue liatin anak-anaknya, loh ini bukannya sekelas ama gue? Eh sekelasnya kapan ya? Apa sekelas pas PM doang.... Hah gimana?
Yaudah gue liatin aja mereka tapi kok banyak yang kayak berisik-berisik gitu pada gak dengerin Pak Joko, terus ada Sultan duduk gak jauh dari gue, gue panggil aja
"Tan lu kelas apaan?"
"Hah? E gue"
"Ada anak D gak?"
"Banyak..."
Lah anjir banyak?? Ini abis ngirup apaan pada gak masuk Biologi????
Terus gue berusaha ngangkat tangan mau bilang ke Pak Joko kalo banyak yang salah kelas, TAPI GUE GAK DIWARO GUYS, padahal udah manggil bapaknya, dalem mimpi aja gue gak dianggep......
Terus gue kzl.
Terus gue bangun.
Lah.
--------------------------------------------------------
Ya gue tau ini anti-klimaks dan gak jelas banget HAHA tapi ya gimana dong I consider this as my high school reminiscence, someday later I may take a peek on here and smile reading my very-alay-version self.
---------------------------------------------------------
Ya dan kalo kalian baca judulnya mungkin kalian jadi tambah kesel karena judulnya udah serius gitu kan "Mimpi" hesemeleh luar biasa ternyata isinya makan mie ayam doang. Maafin ya.
Bonus foto sama Sensei (sori anaknya baru ketagihan baca shoujo):
#hasek
This is gonna be another meaningless post-bedtime post
Gue baru saja merapikan isi map super gue (yang gue beri nama Joko; merknya Joyko) yang berisikan perbekalan untuk pertempuran bulan depan. #mulailebay
Gue baru sadar ternyata isi map gue kelamaan tertumpuk, akhirnya kebanyakan isinya yang gak penting, dan gak membantu gue menyerap pelajaran saat di sekolah. Lalu satu per satu gue keluarkan, gue pisahkan per mata pelajarannya, dan akhirnya gue memutuskan hanya kertas-kertas yang bersifat catatan dan simulasi soal yang bertahan di dalam diri Joko (?), sedangkan sisanya yang berupa soal-soal yang kiranya dapat gue pakai sebagai latihan dan pemantapan gue taro di map cadangan gue yang bernama Bluie, kertas-kertas yang gak akan terpakai lagi setelah 3 tahun gue masukkan ke dalam kardus dan gue taro di pojokan kamar, gak akan tersentuh kecuali untuk hal-hal yang sangat penting.
Then I realized it's the same thing with my head, my mind. Joko itu kayak kepala gue, yang kalo kepenuhan bakal jadi berat, dan akhirnya saat menjadi terlalu berat, dia akan menjadi rusak. Well, otak gue mungkin gak akan rusak, tapi kenyamanan gue akan terganggu. Maka ada baiknya lo hanya mengisi otak lo dengan hal-hal yang sekiranya akan membantu lo, dan meminimalisir hal-hal yang tidak berguna dan bersifat negatif. Sir Conan Doyle juga pernah berkata kurang lebih sama dalam serial Sherlock Holmes pertamanya, A Study In Scarlet, bahwa Sherlock Holmes ga peduli apapun yang terjadi di dunia ini kalau sekiranya gak akan membantu profesi detektifnya. Gue juga pernah diberitahu oleh seorang guru, bahwa kebiasaan-kebiasaan kecil seperti merapikan barang-barang lo, bersikap organized, akan berujung pada otak lo yang terorganisir dengan baik dan voila! Lo menyerap pelajaran dengan (lebih) baik. Logically, ya barang-barang pun lebih mudah ditemukan di tempat yang rapi, kan? Begitu juga dengan memori di otak.
I hope this helps whoever who are going through the academical hell this year. Let me know! Semangat ujian, teman-teman.
Makin sepi aja.......................
Hari ini UAS terakhir di SMA..... #mendadakmellow
Besok TO US Agama sama PKn wkwk mau belajar apa coba
Kata Tomo sih belajar dari Al Qur'an aja
Emang religion asshole dia
Sekarang lagi ngetrend banget di angkatan gue tidur cepet bangun dini hari buat belajar
Lagi ngetrend banget juga ulangan non-stop. Contoh kongkrit: 2 minggu lalu hujan Biologi, minggu lalu ujian praktek, minggu ini UAS+TO Ujian Sekolah, minggu depan Ujian Sekolah.
Oh iya, lupa. Gue kan emang udah kelas 3.
Kelas 3 ya..... kemana aja gue T__T
Dari dulu selalu nganggep "yaelah bor masih lama gua lulusnya"
TERUS BULAN DEPAN UDAH UN AJA.
#dead
Doakeun ya, my non-existent friendz dimana saja kalian berada
lov u
Nicknames
Gue ngerasa gue hidup di lingkungan di mana nama panggilan temen-temen gue agak-agak kocak sama nama aslinya.
Sampe guru ofren gue ada yang bilang "Saya paling susah nginget nama anak-anak angkatan kalian."
Check this out.
Ayu K.: Yumil
Irena: Momod
Claudya: Menyo
Josh Kevin: Joke
Vallian Yuda: Gori (-_-)
Rezha Sabda: Abus
Rizky Adhitama: Uni (sampe detik ini, gue gatau kenapa dia dipanggil Uni, dia bukan orang Padang dan dia bukan cewek)
Samodero: Ado
Rifani: Mencong
Citra: Farcit
Irfan: Tomo, Domba
Angga Kurnia: Mupeng
Benedictus: Icus
Mirza: Aceng (kepanjangannya Anak CENGkareng, sebenernya basis Cengkareng banyak, tapi dia doang yang dipanggil gini :"))
Kelvin: Ahong, Cokin (you know, his eyes)
Ikhsan Alfarisy: Ican (so cute ryt)
DAN MASIH BANYAK LAGI, itu baru yang gue kenal banget.........
will be updated soon, darlas.
Masih
"Lo mau ambil apa?"
She usually will take a minute or two before answering to that very question.
"Belum tau nih, kayaknya mau FKM, hehehe"
-----------------------------------------------------------------------------------------------
When she was little, her parents would ask her:
"Kamu mau jadi apa nanti?"
"Mau jadi dokter!"
They usually would take a minute or two before responding to that very answer.
"Terus mau jadi apa lagi?"
"Maunya jadi dokter aja."
Years go by.
Her parents still loved to ask her what does she want to be.
"Ntar mau jadi apa?"
"Jadi dokter, hehe."
"Kenapa sih pengen jadi dokter?"
A silence for seconds. She had never been good at expressing whatever she needed to.
She really, really wanted to say that she wanted to save people, go to places she had never been, to have her patient's family's smile after she cured the patient.
She just wanted to help.
"Gak papa, pengen aja."
She grew up.
Now she's way closer to the future more than she has ever been.
She ignored every future-related question.
She was being apathetic.
Then she realized she has to choose between the head and the heart.
"Gue mau FKM nih kayaknya, hehe"
Besok UTS Kimia.
And here I am.
Mehehehehe
Fak. Laptop gue ga bisa nulis accented letter lagi :"""""""
Terus sekarang kalo lagi ngetik suka tolol gitu.
I miss the old you, Lap. --stands for Laptop--
Still everyday I think about you
I know for a fact it's not your problem
If you change your mind
You'll find me hanging onto the place
Where the big blue sky collapse
That's for you, insensitive moron.
